Merantaulah

Orang pandai dan beradab tak kan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Pergilah, kan kau dapatkan pengganti dari kerabat dan teman
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang
Aku melihat air yang diam menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih jika tidak dia kan keruh menggenang

Singa tak kan pernah memangsa jika tak tinggalkan sarang
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak kan kena sasaran
Jika saja matahari di orbitnya tak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Rembulan jika terus-menerus purnama sepanjang zaman
Orang-orang tak kan menunggu saat munculnya datang

Biji emas bagai tanah biasa sebelum digali dari tambang
Setelah diolah dan ditambang manusia ramai memperebutkan
Kayu gaharu tak ubahnya kayu biasa di dalam hutan
Jika dibawa ke kota berubah mahal jadi incaran hartawan

(Al-imam asy-Syafi'i)

Rabu, 21 Juli 2010

TRAGEDI SEBUAH SURAT CINTA


Ada seorang ayah yang hendak pergi ke tempat yang jauh,
meninggalkan istr...i dan tiga anaknya….

Ia bepergian dalam mengejar mata pencaharian
Isteri dan anak-anaknya sangat dicintainya mengantarkan dengan penuh kasih sayang di pelabuhan

Ketika sang ayah tiba ditempat tujuan, ia mengirim surat untuk keluarganya. Tapi mereka tidak membuka surat itu, apalagi untuk membaca isinya.
Mereka hanya meletakkan surat itu di tempat yang terhormat dan menghiasinya dengan indah.
Demikanlah..surat demi surat datang tanpa pernah dibuka..tanpa pernah dibaca…selain hanya dihiasi dan diletakkan di almari yang indah…

Bertahun-tahun pun berlalu
Sang ayah pun kembali pulang untuk menemukan keluarganya yang lama ditinggalkannya…
Namun kini, ia tidak lagi menemukan mereka selain satu anak laki-lakinya
Sang ayah berkata,” Di mana ibumu?’

Anak itu berkata, ‘ Ayah.. sepeninggal perginya ayah, ibu menderita penyakit parah, dan tidak kami uang untuk perawatannya..dan beliau akhirnya meninggal

Sang Ayah berkata ‘ Kenapa kalian tidak membuka surat yang pertama yang aku kirimkan ?Aku telah mengirimkan wesel dalam jumlah besar. Terus kakak-kakakmu di mana ? ‘


Sang anak berkata berkata, ‘ Maaf ayah..jangan tanyakan itu ayah..menyedihkan..' Ayahnya pun cemas dan kembali bertanya kepadanya 'Di mana kakak laki-lakimu?? Tolong katakan..di mana mereka ?’, pinta sang ayah..

Akhirnya anaknya berkata,’ Ayah..setelah kematian ibuk.. beberapa orang jahat telah mempengaruhinya. Aku tidak menemukan orang yang bisa menasihatinya dan akhirnya ia pun pergi bersama mereka ‘.

Seru ayah pun berkata,’ Oh..mengapa kalian tidak membaca suratku yang telah aku kirimkan yang meminta dia untuk berada jauh dari sahabat yang buruk .. Laa haula walaa quwwata illa billah…Lantas di mana Mbak Yu mu ?’.

Sang anak berkata,’ Maaf ayah…dulu kami telah berkirim suratkepada ayah untuk berkonsultasi masalah perkawinannya dengan anak Pak Bahlul…dan sekarang dia telah menikah dengan anak Pak Bahlul dalam perkawinan yang paling menyedihkan…’

Dengan penuh kesedihan, sang ayah berkata,’ Astafhfirullah…Apakah kalian tidak membaca surat yang aku kirimkan tentang penolakanku terhadap lamaran Pak Bahlul…aku sudah jelaskan dalam suratitu reputasi buruk dan perilaku bejat pemuda itu ‘.
Anak berkata:,’ Maaf ayah..surat-surat ayah tidak pernah kami buka..kami hanya meletakkannya di lemari yang indah dan sesekali membersihkannya dari debu dan meminyakinya …’

Saudaraku..betapa tragis kisah di atas…sebuah keluarga hancur karena mereka tidak mau membuka dan membaca surat-surat sang ayah dari perantauan…

Saudaraku..mari kita lihat diri kita dan bansa kita i…Berbagai tragedi silih berganti..kemiskinan, korupsi, kerusuhan, dan bertumpuk-tumpuk persoalan kehidupan menimpa…
Padahal di almari-almari kita ada Al Qur’an..Surat Cinta dari Allah untuk kita semua..agar kita tidak tersesat jalan..agar kita semua melewati kehidupan dunia dengan kedamaian dan ketentraman….Namun sayang..Al Qur’an yang mulia ini hanya kita jadikan pajangan…hanya kita jadikan bahan diskusi..padahal jika kita mau menerapkan dalam kehidupan kita..Allah menjamin bahwa kita akan diberi kejayaan…
Ada seorang ayah yang hendak pergi ke tempat yang jauh, meninggalkan istri dan tiga anaknya…. Ia bepergian dalam mengejar mata pencaharian Isteri dan anak-anaknya sangat dicintainya mengantarkan dengan penuh kasih sayang di pelabuhan Ketika sang ayah tiba ditemp...at tujuan, ia mengirim surat untuk keluarganya. Tapi mereka tidak membuka surat itu, apalagi untuk membaca isinya. Mereka hanya meletakkan surat itu di tempat yang terhormat dan menghiasinya dengan indah. Demikanlah..surat demi surat datang tanpa pernah dibuka..tanpa pernah dibaca…selain hanya dihiasi dan diletakkan di almari yang indah… Bertahun-tahun pun berlalu Sang ayah pun kembali pulang untuk menemukan keluarganya yang lama ditinggalkannya… Namun kini, ia tidak lagi menemukan mereka selain satu anak laki-lakinya Sang ayah berkata,” Di mana ibumu?’ Anak itu berkata, ‘ Ayah.. sepeninggal perginya ayah, ibu menderita penyakit parah, dan tidak kami uang untuk perawatannya..dan beliau akhirnya meninggal Sang Ayah berkata ‘ Kenapa kalian tidak membuka surat yang pertama yang aku kirimkan ?Aku telah mengirimkan wesel dalam jumlah besar. Terus kakak-kakakmu di mana ? ‘ Sang anak berkata berkata, ‘Jangan .. Ayahnya dan bertanya kepadanya di mana kakak laki-lakimu?? ‘ ‘ Tolong katakan..di mana mereka ?’, pinta sang ayah.. Akhirnya anaknya berkata,’ Ayah..setelah kematian ibuk.. beberapa orang jahat telah mempengaruhinya. Aku tidak menemukan orang yang bisa menasihatinya dan akhirnya ia pun pergi bersama mereka ‘. Seru ayah pun berkata,’ Oh..mengapa kalian tidak membaca suratku yang telah aku kirimkan yang meminta dia untuk berada jauh dari sahabat yang buruk .. Laa haula walaa quwwata illa billah…Lantas di mana Mbak Yu mu ?’. Sang anak berkata,’ Maaf ayah…dulu kami telah berkirim surat untuk berkonsultasi masalah perkawinannya dengan anak Pak Bahlul…dan sekarang dia telah menikah dengan anak Pak Bahlul dalam perkawinan yang paling menyedihkan…’ Dengan penuh kesedihan, sang ayah berkata,’ Astafhfirullah…Apakah kalian tidak membaca surat yang aku kirimkan tentang penolakanku terhadap lamaran Pak Bahlul…aku sudah jelaskan dalam surat reputasi buruk dan perilaku bejat pemuda itu ‘. Anak berkata:,’ Maaf ayah..surat-surat ayah tidak pernah kami buka..kami hanya meletakkannya di lemari yang indah dan sesekali membersihkannya dari debu dan meminyakinya …’ Saudaraku..betapa tragis kisah di atas…sebuah keluarga hancur karena mereka tidak mau membuka dan membaca surat-surat sang ayah dari perantauan… Aku pun lantas memperhatikan bangsa ini…Berbagai tragedi silih berganti..kemiskinan, korupsi, kerusuhan, dan bertumpuk-tumpuk persoalan kehidupan menimpa… Padahal di almari-almari kita ada Al Qur’an..Surat Cinta dari Allah untuk kita semua..agar kita tidak tersesat jalan..agar kita semua melewati kehidupan dunia dengan kedamaian dan ketentraman….Namun sayang..Al Qur’an yang mulia ini hanya kita jadikan pajangan…hanya kita jadikan bahan diskusi..padahal jika kita mau menerapkan dalam kehidupan kita..Allah menjamin bahwa kita akan diberi kejayaan…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar